Cinta Sudah Ditolak, Kenapa Masih Terus Kepikiran Si Dia?


“Cinta mampu membutakan hati & pikiran pada sekejap”, perumpamaan tadi cita rasanya sempurna bagi mereka yg cintanya telah ditolak, akan tetapi tetap saja senang & susah melupakan sang pujaan hati. Bagi Anda yg nir pernah berada pada posisi ini, Anda mungkin berpikir bahwa tidak ada untungnya terjebak dalam cinta yang bertepuk sebelah tangan. Namun, orang yang sedang tergila-gila lantaran cinta justru akan berpikir kebalikannya.

Tidak peduli telah ditolak, diacuhkan, ataupun diabaikan oleh pujaan hatinya, mereka permanen berusaha untuk mengejarnya. Tampaknya ini sudah jadi sifat alami manusia, yakni lebih tertarik dalam apa yg nir bisa dimilikinya & cenderung menutup mata pada hal yang sebenarnya lebih gampang didapat. Ada apa, sih, sebenarnya?

Terlanjur cinta bikin susah melupakan seseorang
mengapa cinta menciptakan galau

Berawal dari sini, Helen Fisher, seseorang penulis, antropolog, sekaligus ahli pengamat perilaku berasal Amerika Serikat, bersama timnya mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya membuat seorang susah melupakan orang yg sudah menolaknya. Penelitian ini melibatkan 10 wanita & lima laki-laki  yang mengaku cintanya baru saja ditolak, akan tetapi masih terus kepikiran sosok tadi.

Penelitian pada Journal of Neurophysiology ini dilakukan lewat scan otak. Para ahli meminta peserta untuk mengamati secara akurat foto orang yg telah menolaknya, lalu dilanjutkan menggunakan melihat beberapa lbr foto orang yang dikenal tapi tidak mereka cintai.

Tujuannya buat membandingkan kegiatan otak peserta ketika dihadapkan dengan foto orang yg mereka cintai dan yang nir disuka. Hasilnya pun menampakan bahwa otak insan memang bekerja lebih aktif saat melihat, membayangkan, juga memikirkan sosok orang yang sudah usang dikagumi.

Sebaliknya, mereka mampu benar-sahih nir peduli atau bersikap biasa saja saat dikaitkan dengan orang yang nir disukai.

Kenapa, sih, masih tetap cinta meski telah ditolak?
Patah hati bikin tidak nafsu makan

Para peneliti punya beberapa teori yg sanggup menyebutkan kenapa kita susah melupakan orang yg kentara-jelas menolak cinta kita. Di antaranya yaitu:

1. Rasa bertanya-tanya
Ada alasan spesifik mengapa poly orang tidak kunjung jera meski sudah ditolak berkali-kali dari orang yg dicintainya. Menurut Fisher & rekan-rekannya, ini karena penolakan tersebut akan merangsang bagian-bagian otak yg berkaitan dengan motivasi, keinginan, & keingintahuan.

Jika dibandingkan menggunakan foto orang yang nir mereka sukai, otak para peserta tampak lebih aktif waktu dihadapkan dengan foto orang yang mereka cintai. Terutama dalam bagian otak yang mengatur rasa keingintahuan, motivasi, hasrat, kecemasan, dan rasa sakit.

Sederhananya begini, akan tumbuh rasa penasaran selesainya diabaikan oleh orang yang Anda cintai. Semakin ditolak justru semakin penasaran. Mungkin inilah yang memacu Anda buat terus mendekatinya tanpa peduli respon apa yang ia berikan.

2. Faktor “kecanduan”
Fakta unik lainnya yang ditemukan pada penelitian ini, terdapat hubungannya menggunakan kegiatan pada bagian depan otak. Bagian otak ini berperan dalam mengatur naik-turunnya emosi serta reaksi candu akan suatu hal.

Tidak jauh berbeda dengan seorang yg kecanduan mengonsumsi obat-obatan, orang yang telah berkali-kali ditolak akan tetapi tetap susah melupakan pun demikian. Ibaratnya, mereka sudah benar-benar “kecanduan” menggunakan cinta yang dirasakan. Nah, orang yg mereka idam-idamkan itulah yg jadi obat penawarnya.

Pengaruh menurut pikiran ini yang akan menciptakan Anda larut pada perasaan sendiri, hingga jadi sulit berpikir dengan jernih. Akhirnya, sadar atau tidak Anda tetap saja sulit menjauhinya karena telah terlanjur terbiasa menggunakan sosoknya yg telah lama   mengisi pikiran, hati, & hari-hari Anda.

3. Semakin ditolak, semakin tinggi jua nilai dan kualitas orang itu
Teori terakhir, Anda berpikir bahwa orang yang menolak Anda punya nilai yg cenderung lebih tinggi daripada orang lain. Semakin dia menolak dan menjauhi Anda, maka secara otomatis taraf kesulitannya buat didapatkan pun akan semakin semakin tinggi.

Kesimpulan ini menyerupai teori evolusi insan, yang menyebutkan bahwa memang telah sifat alami dalam diri seseorang buat mengejar pasangan yg menurutnya paling berharga dan bernilai tinggi buat mengisi hidupnya.

Analoginya begini, Anda hanya punya uang 5 ribu rupiah buat membeli sebuah pensil. Ketika pulang ke toko, terdapat pensil lain yg harganya 10 ribu rupiah. Meskipun kegunaannya sama, yaitu buat menulis, tiba-tiba pensil seharga 10 ribu rupiah yg nir sanggup Anda beli tersebut jadi tampak lebih menarik. Ini lantaran Anda menganggap barang yg mahal & nir terjangkau itu kualitasnya niscaya lebih baik daripada barang yg lebih murah & mudah didapatkan.

Itulah yang terjadi waktu Anda susah melupakan orang yang telah menolak cinta Anda. Semakin ditolak, nilai dan kualitas orang tadi seolah malah jadi naik. Padahal, sebetulnya belum tentu beliau merupakan yg terbaik buat Anda.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cinta Sudah Ditolak, Kenapa Masih Terus Kepikiran Si Dia?"

Post a Comment