Istilah skizofrenia mungkin masih asing pada indera pendengaran Anda. Pengidap skizofrenia lebih acapkali diklaim “orang gila” lantaran mereka acapkali berhalusinasi, berbuat semaunya, & sulit membedakan mana fenomena dan mana yang imajinasi semata. Kondisi ini memang lebih acapkali ditemukan dalam orang dewasa. Tetapi, skizofrenia pada anak nyatanya bukan hal yang nir mungkin. Bahkan gejalanya acapkali tidak disadari sang orangtua.
Apa penyebab skizofrenia dalam anak?
Prurigo saat hamil
Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang bisa memengaruhi jiwa penderitanya seumur hidup. Orang dengan skizofrenia tak jarang kali mengalami pengalaman psikotik, seperti mendengar bunyi-suara tak berwujud, halusinasi, ilusi, dan sulit membedakan mana global konkret & dunia imajinasi.
Skizofrenia dalam anak biasanya terjadi di usia 7 sampai 13 tahun. Sayangnya, para ahli belum tahu niscaya penyebabnya. Mereka menganggap terdapat dua hal yg menjadi penyebab skizofrenia pada anak, yaitu:
1. Faktor genetik
Gen yg diturunkan berdasarkan keluarga sanggup sebagai salah satu penyebab skizofrenia dalam anak. Risiko skizofrenia dalam anak dapat meningkat lima hingga 20 kali lebih besar apabila ayah atau ibunya juga punya skizofrenia. Selain itu, apabila keliru satu anak kembar didiagnosis mengidap skizofrenia, maka saudara kembar lainnya pun berisiko mengidap skizofrenia sampai lebih berdasarkan 40 persen.
2. Faktor lingkungan
Risiko skizofrenia dalam anak dapat meningkat bila bunda terkena infeksi saat hamil atau mengalami komplikasi ketika melahirkan. Terlebih apabila disertai menggunakan pengaruh genetik atau bawaan berdasarkan orangtuanya yg ternyata juga mengidap skizofrenia. Lagi-lagi, para pakar masih belum menemukan penyebab pastinya.
Apa saja gejala skizofrenia dalam anak?
Mengurangi stres dalam anak remaja
Gejala skizofrenia dalam anak ternyata nir sama dengan orang dewasa. Ini lantaran otak anak masih terus berkembang selama masa pertumbuhannya sebagai akibatnya gejalanya bisa bhineka, tergantung jenis skizofrenia yang dialami sang anak.
Anda patut mencurigai setiap perubahan perilaku dalam anak yg terjadi secara tiba-datang. Contohnya begini, Anda memahami bahwa anak Anda cenderung aktif & gampang berteman dengan teman sebayanya. Namun, anak Anda secara datang-datang menarik diri berdasarkan lingkungannya & menentukan buat menyendiri.
Tak hanya saat di tempat tinggal , Anda pula perlu memantau sikap dan konduite anak ketika pada sekolah. Karena Anda nir mungkin mengawasinya secara eksklusif, maka Anda dapat meminta donasi gurunya buat melihat perubahan perilaku anak. Misalnya, anak Anda mengalami ketakutan yang luar biasa tanpa sebab dan berbicara asal-asalan alias melantur.
Selain itu, tanda-tanda skizofrenia pada anak lainnya mencakup:
- Berhalusinasi, misalnya melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata
- Susah tidur
- Sikap dan cara bicaranya aneh
- Tidak mampu membedakan global nyata & khayalan
- Emosi nir stabil
- Ketakutan berlebihan & menduga orang lain akan mencelakainya
- Tidak peduli dengan dirinya sendiri
Usia anak-anak memang wajar memiliki imajinasi & ini umumnya ditunjukkan menggunakan perasaan mempunyai teman imajinasi. Misalnya, anak Anda tak jarang mengobrol dengan boneka atau berbicara sendiri di depan cermin.
Hal ini bukan berarti anak Anda sedang berhalusinasi atau mengalami galat satu tanda-tanda skizofrenia. Akan tetapi, bila konduite anak tersebut terjadi secara terus menerus & disertai menggunakan pertanda-tanda di atas, maka ini baru sanggup dicurigai sebagai gejala skizofrenia.
Kapan anak wajib dibawa ke dokter saat mengalami tanda-tanda skizofrenia?
Dokter anak
Banyak orangtua yang keliru kaprah dan menganggap skizofrenia dalam anak menjadi gejala gangguan bipolar, depresi, dan autis. Ini tidak mampu sepenuhnya disalahkan karena tanda-tanda skizofrenia memang seperti dengan beberapa penyakit mental tadi.
Terlebih lagi, anak-anak masih belum sanggup memberi tahu orangtuanya mengenai tanda-tanda penyakit yg dia alami selama ini. Jadi, Anda nir sanggup menanyakan, “Apakah engkau pernah melihat hal-hal yg tidak dicermati orang lain, Nak?” buat mendiagnosis gejala skizofrenia pada anak.
Mudahnya begini. Selalu awasi setiap perubahan sikap dan konduite dalam anak. Ini krusial karena tanda-tanda skizofrenia pada anak berkembang secara bertahap dan usang-usang gejalanya sanggup sangat kentara.
Jika anak Anda mengalami dua atau lebih tanda-tanda berikut:
- Delusi
- Halusinasi
- Bicara tidak beraturan & tanpa ekspresi
- Perubahan perilaku
- Bersikap apatis
- Keterbatasan berbicara
- Sulit menciptakan keputusan
Bisa jadi anak Anda mengidap skizofrenia. Segera bawa si mini ke dokter atau psikolog anak terdekat buat memastikan diagnosisnya. Anak Anda mungkin akan dianjurkan buat menjalani terapi, minum obat antipsikotik, atau latihan keterampilan buat mengurangi gejala skizofrenia.

0 Response to "Anak-Anak Juga Bisa Mengalami Skizofrenia, Apa Saja Tanda dan Gejalanya?"
Post a Comment